“Tak Semua Orang Mau Berjualan Kue Rangin, Sudah Langka”


 “Kue rangin sudah langka dan tidak semua orang mau berjualan kue rangin”. Begitulah ungkapan Yusuf, salah seorang pedagang kue rangin yang telah berjualan selama satu dekade di Kota Pahlawan.

Yusuf sehari-sehari menjajakan dagangannya di Jalan Ketintang Madya, Kelurahan Ketintang Kecamatan Gayungan Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia juga mengaku sempat berjualan di sekitar Jalan Karah Agung.

 “Mulai usia 18 tahun saya berjualan kue rangin sampai saat ini,” kata Yusuf saat ditemui, Rabu (11/10/2023).

Kemudian ia bercerita bahwa kue rangin sudah terbilang langka di Kota Surabaya. Penjualnya pun jarang ditemukan. Akan tetapi, Yusuf tetap memberanikan diri untuk berjualan jajanan tradisional tersebut meski banyak orang tak ingin menjajakannya.

Dengan bermodalkan nekat, ia tetap berdagang kue rangin dan merasa senang bila banyak pembeli yang menyukai jajanan tradisional buatannya. Tetapi, kadang-kadang ada beberapa pembeli yang mengkritik kue rangin buatan Yusuf.

Saat pandemi COVID-19 menyerang Tanah Air, ia tetap berjualan kue rangin. Yusuf sampai memanfaatkan ponsel pintar yang dimilikinya serta sosial media untuk mempromosikan barang dagangannya. Meski demikian, pendapatannya saat itu jelas menurun.

“Waktu pandemi COVID-19 penghasilan saya sangat menurun karena saat itu pemerintah menerapkan lockdown (kuncitara) dan saya tidak bisa berjulan keliling seperti biasanya,” tutur Yusuf.

Ia menambahkan, namun seusai pemerintah Indonesia menyudahi kuncitara karena kasus COVID-19 makin menurun, kondisinya balik seperti semula.

Di samping itu, Yusuf menyebut memiliki penghasilan yang stabil. Ia menjual harga kue rangin seharga Rp12.000 per empat loyang. Rata-rata pendapatan Yusuf tiap bulannya yaitu sekitar Rp4 juta.

Sebagai pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), ia mempunyai harapan kepada pemerintah Indonesia untuk lebih memperhatikan UMKM Tanah Air serta memberikan area berjualan untuk para pedagang UMKM. Yusuf pun tak patah arang untuk terus berjualan kue rangin hingga kini dan menerima masukan para pembelinya. Menurutnya, itu merupakan hal yang membuatnya lebih semangat guna melestarikan kue rangin.

Ia menyebut bahwa dengan melestarikan kue rangin, maka nantinya para anak muda Indonesia lebih mengenal lagi jajanan tradisional yang terbuat dari adonan tepung beras dan biasa dihidangkan dengan gula pasir itu.

Nama: Faizah Nuruzzahra

NIM: 23041184376

Kelas: H

Mata Kuliah: Jurnalistik


Komentar