Transformasi Preferensi Media: Dari Bioskop ke Netflix

 Sebelum dunia digemparkan oleh Covid-19 atau virus corona, bioskop adalah tempat favorit masyarakat untuk menikmati film, baik yang digarap oleh anak bangsa maupun karya sutradara internasional. Mayoritas orang pun kini beralih ke layanan streaming film online yang bisa diakses melalui gadget di mana saja. Dengan ini perubahan kebiasaan dalam mengakses media telah terjadi. Perubahan kebiasaan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perkembangan teknologi, trend sosial, perubahan gaya hidup, atau kebutuhan individu yang berkembang. Misalnya, peningkatan penggunaan perangkat bisa memengaruhi cara orang mengakses media, atau trend tertentu dalam konten online dapat memikat perhatian mereka. Selain itu, perubahan dalam selera dan kebutuhan pribadi juga dapat memotivasi perubahan dalam kebiasaan mengakses media.

Perubahan kebiasaan dalam mengakses media contohnya seperti beberapa masyarakat lebih menyukai menonton film melalui Netflix daripada di bioskop. Mengapa hal itu terjadi? Karena Netflix memberikan kenyamanan menonton di rumah tanpa perlu pergi ke tempat lain. Mereka juga dapat menikmati berbagai pilihan film dan acara TV tanpa batasan waktu yang ketat. Netflix merupakan layanan streaming berbasis langganan yang memungkinkan anggota kami menonton acara TV dan film di perangkat yang terhubung ke Internet, berdasarkan paket yang dipilih. Anda juga dapat men-download acara TV dan film ke iOS, Android, atau perangkat Windows 10 dan menonton tanpa koneksi Internet.

Saya mewawancarai salah satu mahasiswa baru yang berasal dari Universitas Airlangga. Malika, menyampaikan pendapatnya tentang seberapa penting dan pengaruhnya Netflix terhadap kehidupannya sehari-hari.

“Menurut saya, platform Netflix sangat berpengaruh dalam kehidupan saya. Karena, saat saya merasa bosan dan memiliki waktu luang, saya pasti menonton drama series atau film di Netflix”.

Kemudian, Malika mengungkapkan bahwa ia mulai menonton film di Netflix sejak SMP. Menurutnya, penikmat layanan Netflix bisa dari umur berapapun. Namun, tetap menyesuaikan tontonan yang sesuai dengan kategori umurnya.

Saya juga mewawancarai teman saya yang juga seorang mahasiswi Universitas Airlangga, Namanya Hani. Saya pun segera bertanya tentang dimana ia membeli paket berlangganan Netflix, “Saya memilih paket langganan yang sesuai degan kebutuhan dan keuangan saya di dalam Netflix dan membayarnya melalui e-wallet, kak”, jelasnya. Saya merasa puas mendengar jawaban tersebut, karena dengan berlangganan melalui platform Netflix secara resmi, artinya seorang penikmat film telah mengapresiasi pembuat dan pemain film tersebut. Karena, hak cipta telah dibayarkan oleh Netflix kepada mereka.

Saya juga mengajukan pertanyaan mengapa Hani tertarik menonton film melalui Netflix dan tidak menggunakan platform illegal? Hani menegaskan bahwa ia sangat senang jika dapat membantu mendukung perfilman sekaligus menghargai pembuat dan pemain film tersebut. Hani mengungkapkan bahwa resolusi film dan drama series yang ada di Netflix sangat bagus dibandingkan di platform atau website illegal.

Setelah melakukan wawancara terhadap kedua mahasiswi Universitas Airlangga, saya pun menghubungi teman saya yang merupakan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Yaitu Bayu. Saya bertanya apakah ia menggunakan Netflix ketika menonton film ataupun drama series? Bayu menjawab bahwa ia menggunakan menggunakan Netflix untuk menonton film atau drama series ketika senggang. Mendengar jawaban itu, saya segera melontarkan pertanyaan, “Menurut kamu bagaimana cara agar masyarakat tidak lagi menonton film atau drama di web atau platform ilegal?”.

“Menurutku, tanggapan pemerintah untuk memblokir situs ilegal menonton film dan drama adalah salah satu langkah yang tepat. Masyarakat juga harus disadarkan bahwa menonton secara ilegal juga merugikan pembuat dan pemain film. Ya, harus sering diberi himbauan bahwa menonton secara legal itu salah satu cara mengapresiasi film tersebut”, jelasnya.

Faizah Nuruzzahra

23041184376

H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasakan makanan resto (MKR) khas pakistan yang lagi viral di daerah KH Mas Mansyur

Peresmian Gedung PW Muslimat NU