Jamu Gendhong Keliling, Satu dari Banyak Pekerjaan yang Sudah Mulai Dilupakan Orang
Memikul beban berat di belakang punggungnya membuat jalannya sedikit terengah-engah, namun tidak memberhentikan semangatnya dalam bekerja. Tiba di depan toko percetakan dia duduk di kursi panjang sembari menawarkan jualan nya kepada pengunjung toko. Terdapat berbagai botol berisi minuman yang ia bawa dalam wadah rotan berbentuk seperti ember yang ia ikatkan di pundak kanan nya. Setiap melayani pengunjung ia sambut dengan senyuman ramah sambil menuangkan minuman yang ia jual ke dalam gelas. Di keseharian nya, ibu Marni menjajakan minuman jamu sambil berjalan mengitari setiap pinggir jalan di Surabaya. Sebagai seorang ibu yang memiliki anak, pekerjaan ini sudah ia lakukan lebih dari 1 dekade lalu.
““udah lama, udah 20 tahunan jualan, dari anaku kecil sampai sekarang sudah selesai kuliah”
Selama menjalani pekerjaan hasil dagangan nya ia gunakan untuk menghidupi kebutuhan keluarga, bahkan kebutuhan perkuliahan anaknya hingga wisuda. Bu Marni menjual beragam jenis jamu yang memiliki berbagai macam khasiat. Dari bermacam-macam jenis jamu yang ada, pada intinya jamu yang ia jual memiliki manfaat utama yaitu sebagai minuman fungsional khas daerah.
“ Kalo (jamu) cabe guyang buat capek-capek, kalo yang (jamu) pahit buat gatel-gatel,mencegah diabet, kalo beras kencur buat masuk angin,buat capek-capek, kalo kunyit asem itu juga biar gak sariawan, buat lambung” ujarnya
Di keseharian nya, ibu Marni menjajakan minuman jamu sambil berjalan di pinggir jalan raya di Surabaya. Padatnya aktivitas lalu lintas kendaraan tidak menghentikan bu Marni dalam berjualan dari pagi hingga malam.
“Kalo pagi kan aku di Karangrejo, Jetis, kalo sore tuh di wonokromo, ss, ya sampe sini (di) ketintang sini”
Kemajuan zaman menyebabkan semakin banyaknya kreativitas dalam membuat aneka makanan dan minuman. Beberapa dari makanan dan minuman yang berkembang menjadi sebuah trend di kalangan masyarakat yang mendorong banyak orang untuk menjualnya. Jamu sebagai minuman tradisional yang memberi manfaat kesehatan sudah mulai bergeser dengan produk minuman kesehatan seperti Infused water maupun lemon grass yang diminati oleh semua kalangan karena kemasan nya yang praktis, mudah dibawa kemana saja dan rasa yang kekinian. Akibatnya, peminat jamu semakin berkurang terutama di kalangan anak muda sehingga saat ini semakin sedikit pedagang jamu yang padahal dulu biasa kita lihat berjualan di pinggir jalan. Sebagai seorang penjual jamu bu Marni memberikan sedikit pesan kepada pembaca untuk tetap menjadikan jamu sebagai minuman kesehatan.
“ Ini (jamu) kan alami tanpa bahan pengawet, jadi langsung (dibuat) pagi, kalo sore nggak habis harus direbus lagi biar nggak basi. Sekarang itu soale anak-anak sekarang itu susah, taunya jamu itu kan pahit, sukanya minum es atau minum minuman yang seger”
Bu Marni berharap agar budaya minum jamu tidak dilupakan oleh siapapun karena jamu merupakan minuman khas tradisional yang harus tetap dilestarikan sebagai minuman yang memberi manfaat untuk kesehatan.
Nama : Aldian Lukmanul Hakim
NIM : 23041184381
Kelas : H
Komentar
Posting Komentar