Menikmati Keindahan Kota Surabaya dan Jajanan UMKM

 Malam ini saya pergi ke suatu tempat yang banyak sekali orang kunjungi dan banyak sekali yang menyukai tempat tersebut, Pasar Tunjungan. Pasar Tunjungan adalah pasar yang selalu ramai pengunjung, Pasar Tunjungan merupakan pasar legendaris dibangun pada jaman kolonial sekitar tahun 1923. Tentunya dengan keberadaan pasar tersebut daerah ini menjadi sangat ramai dan berkembang menjadi area komersial. Sebagai salah satu kawasan komersial strategis yang cukup terkenal di Surabaya sejak jaman dulu. Jalan Tunjungan selalu menjadi jujukan para wisatawan yang berlabuh di Kota Pahlawan. Trotoarnya masih nyaman untuk pejalan kaki. Lampu klasik pun menyertai di sepanjang jalan lengkap dengan bunga Anggrek yang menempel erat di tiap pohon besar. Melengkapi keindahan Jalan Tunjungan. Pasar Tunjungan ini menyajikan banyak ragam kulinet di dalamnya. Mulai dari coffee shop, tempat makan estetik hingga warteg, juga ada di pasar ini. Tinggal sesuaikan kantong. Siapa sangka, Pasar Tunjungan ini di bangun setelah COVID-19. Pasar ini di hidupkan kembali dengan tujuan membangun perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM.

Kali ini saya mencoba makanan UMKM yang berada di jalan Tunjungan. Saya mencoba batagor dan es teh. Ibu Sri, beliau merupakan pedagang UMKM dan Ibu Sri berasal dari Surabaya. Ibu Sri ini menjual batagor dan siomay. Inspirasi Ibu Sri berjualan batagor dan siomay ialah adanya kesepakatan antara suami dan anak nya untuk berjualan batagor dan siomay. Ibu Sri berjualan batagor dan siomay bersama suaminya. Pada tahun 2021 Ibu Sri mencoba menjual batagor dan siomay. Sebelum Ibu Sri berjualan di Pasar Tunjungan ini beliau berdagang di depan mini market, namun karena pemerintah ingin menertibkan para UMKM. Jadi pemerintah telah menyediakan lahan untuk para pedagang UMKM di jalan Tunjungan yang lebih nyaman dan layak. Ibu Sri berkata bahwa tidak ada biaya sewa, tetapi setiap harinya beliau membayar iuran listrik seharga Rp5000,00 . Target penjualan Ibu Sri dan suaminya adalah para masyarakat yang sedang berada di Pasar Tunjungan. Setiap harinya setelah Ibu Sri berjualan, beliau akan langsung melaporkan serta meyetorkan hasil penjualanan hari itu kepada ketuanya. Tetapi tidak ada target minimal untuk penjualanan di tiap harinya. Suami Ibu Sri sangat mendukung penjualanan batagor dan siomay, beliau sangat siap membantu Ibu Sri berjualan.

Nama: Faizah Nuruzzahra

Kelas: H

Mata Kuliah: Jurnalistik

NIM:23041184376


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merasakan makanan resto (MKR) khas pakistan yang lagi viral di daerah KH Mas Mansyur

Peresmian Gedung PW Muslimat NU

Transformasi Preferensi Media: Dari Bioskop ke Netflix