Berkurangnya pejalan kaki di zaman sekarang
Surabaya, 28 November 2023. Di era perkembangan zaman yang membuat kita semakin mudah dan murah teknologi transportasi yang kian pesat, masyarakat cenderung mengandalkan mode transportasi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya, ini menjadi salah satu alasan mengapa kita mulai meninggalkan kebiasaan untuk berjalan kaki. Seiring dengan itu, budaya jalan kaki yang seharusnya menjadi sarana transportasi utama, kini kian terpinggirkan. Indonesia juga dinyatakan menempati peringkat ke-17 sebagai negara dengan penduduk yang mengalami obesitas terbanyak di dunia. Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat Indonesia, terutama kaitannya dengan obesitas. Penelitian yang sama, mengungkap hubungan antara kurangnya aktivitas jalan kaki dan tingginya angka obesitas di suatu negara. Diketahui juga hanya 24 persen orang Indonesia yang memiliki tubuh yang bugar, dan partisipasi olahraga di Indonesia hanya sebesar 34 persen.
Maura (19), salah satu pengendara motor yang tidak suka berjalan kaki mengungkapkan “karena kalau menaiki kendaraan lebih menghemat waktu makanya saya memilih untuk tidak jalan kaki karena berjalan kaki membutuhkan waktu yang panjang dan membutuhkan energi yang berbeda saat berkendara, walaupun berkendara butuh biaya bahan bakar tetapi jangan lupa waktu pun berharga”. Berbeda dengan Eropa/ Jepang yang mempunyai musim yang berganti ganti bisa sejuk ataupun panas dan masih banyak juga kasus kejahatan pejalan kaki yang membahayakan contoh seperti pecopetan, dll. Jadi menurut saya kayak kurang save aja makanya saya memilih untuk menaikkan kendaraan .
Rajwa (18), ia juga salah satu orang suka menaiki transportasi umum, “alasan saya memilih tidak berjalan kaki, karena ketika cuaca sedang panas dan saya memilih untuk berjalan kemungkinan akan berkeringat dan menimbulkan aroma badan yang tidak enak, itu akan membuat saya tidak nyaman untuk bekerja atau beraktivitas lainnya.
Bagi para pekerja, kesibukan menjadi faktor utama hilangnya kebiasaan berjalan kaki ini. Bahkan, kenyataan kesibukan ini juga mengakibatkan banyak pekerja kantoran yang kurang gerak dan berakibat timbulnya berbagai penyakit, seperti jantung, obesitas, batu ginjal dan lainnya. Meskipun berbagai penyakit mengintai tubuh yang malas berjalan kaki. Fakta lain yang sering dijumpai adalah keberadaan sepeda motor yang memiliki alasan supaya mengurangi waktu yang panjang maka itu salah satu cara menggeser kebiasaan seseorang untuk berjalan kaki.
“salah satu alasan kenapa saya tidak suka berjalan kaki, dari saya sendiri, alasannya saya kurang suka jalan kaki mungkin karena kurangnya kesadaran tentang manfaat dari berjalan kaki, seperti dapat meningkatkan kebugaran fisik, mengurangi risiko penyakit jantung, meningkatkan kesehatan mental, dan lain-lain” ujar Aisyah (19). Selain itu Aisyah juga memperjelas alasannya bahwa mungkin kalau misalkan pemerintah mau membuat warganya suka berjalan kaki entah itu buat kebaikan kesehatan atau mengurangi pemanasan global ataupun kemacetan, mungkin yang pertama dengan menjaga keselamatan dulu, menjamin keselamatan pejalan kaki buat mereka yang merasa nyaman untuk sekedar berjalan kaki di daerah ibu kota ataupun di wilayah terpencil, kedua fasilitas itu sebenarnya bukan segalanya yang paling penting itu penyediaan tempat pejalan kakinya dan itu bukan cuma di ibu kota saja. Ketiga mungkin dengan bisa menaiki harga BBM, karena banyak bukti dari negara tetangga lain, kalo mensubsidi minyak buat rakyat itu malah mempermanjakan mereka, bukan makin menipisnya penggunaan transportasi malah makin bertambah karena mereka berpikir mendingan memiliki kendaraan sendiri walaupun mencicil dari pada menaiki transportasi umum.
NAMA : AFIFAH FADHILAH
NIM : 23041184371
KELAS : 2023H
Komentar
Posting Komentar